Senin, 27 Mei 2013

Bangunan Kabupaten Langkat yang Bersejarah


Kabupaten Langkat



Kabupaten Langkat    adalah   sebuah   Kabupaten   yang   terletak  di   Sumatera Utara ,  Indonesia.
Ibu  kotanya  berada di Stabat. Kabupaten Langkat terdiri dari 23 Kecamatan  dengan luas 6.272 km².
Nama  Langkat  diambil  dari  nama  Kesultanan   Langkat   yang  dulu   pernah  ada   di  tempat  yang 
kini    merupakan   kota    kecil  bernama  Tanjung  Pura,  sekitar   20  km   dari   Stabat.  Pada   masa  
Pemerintahan Belanda,  Kabupaten  Langkat  masih  berstatus   keresidenan dan kesultanan  (kerajaan)
dengan pimpinan pemerintahan yang  disebut Reside dan  berkedudukan di  Binjai  dengan  Residennya
Morry  Agesten.  Residen   mempunyai    wewenang   mendampingi   Sultan  Langkat  di  bidang orang-
orang asing saja sedangkan bagi orang-orang asli (pribumi/bumiputera)  beradadi  tangan  pemerintahan 
kesultanan Langkat.

MONUMEN TENGKU AMIR HAMZAH 


Salah Satu Bangunan Peninggalan Pada
ini   adalah  Monumen   Tengku    Amir 
Hamzah  yang terletak persis di   Alun -
Alun T.Amir Hamzah Stabat. Tepatnya
di    Depan   Kantor   Bupati   Langkat.
Tengku Amir Hamzah yang bernama
lengkap    Tengku    Amir     Hamzah 
Pangeran   Indera   Putera   Lahir  di
Tanjung   Pura, 28  Februari  1911 dan 
meninggal  di  Kuala Begumit,20 Maret 
1946 pda umur 35tahun adalah seorang
sastrawan indonesia angkatan Pujangga
Baru.Ia lahir dalam lingkungan keluarga
bangswan Melayu(Kesultanan Langkat)
dan  banyak berkecimpung dalam alam
sastra dan kebudayaan Melayu.Amir Hamzah tidak hanya menjadi penyair besar pada zaman Pujangga Baru ,
tetapi juga menjadi penyair yang diakui kemampuannya dalam bahasa Melayu-Indonesia hingga sekarang. Di
tangannya Bahasa Melayu mendapat suara dan lagu yang unik yang terus dihargai hingga zaman sekarang. 
Bersama dengan Sultan Takdir Alisjahbana dan Armijn Pane ia mendirikan majalah Pujangga Baru(1933),
yang kemudian oleh H. B. Jassin dianggap sebagai tonggak berdirinya angkatan sastrawan Pujangga Baru.
Kumpulan puisi karyanya yang lain,Nyanyi Sunyi ( 1937 ),juga menjadi bahan rujukan klasik kesusastraan 
Indonesia.Ia pun melahirkan karya-karya terjemahan,seperti Setanggi Timur (1939),Bagawat Gita(1933),
dan Syirul Asyar (tt.).

 Amir Hamzah terbunuh dalam Revolusi Sosial Sumatera Timur yang

 melanda pesisir Sumatra bagian timur di awal-awal   tahun Indonesia

 merdeka.Ia wafat di Kuala Begumit dan dimakamkan dipemakaman

Mesjid Azizi, Tanjung Pura,Langkat.Adapun, revolusi ini terjadi pada

tahun  1946.  Ia   diangkat   menjadi   Pahlawan  Nasional Indonesia 

berdasarkan SK  Presiden  RI Nomor 106/tahun 1975 ,  tanggal  3 November

1975.Karna hasil karyanya tersebut maka Pemerintah Kabupaten Langkat membangun

Monumen Tengku Amir Hamzah guna mengenang segala jasa beliau terhadap daerah asal nya sendiri.




MESJID AZIZI Tanjung Pura 

Berdiri  di atas tanah seluas 18.000
meter persegi,masjid tua ini dibangun
pada masa Sultan Abdul Aziz Djalil
Rachmat Syah (1897-1927),Sultan
Langkat ke-7.Pada masa inilah 
Kesultanan Langkat kaya raya dengan
kontrak minyak dan perkebunan
tembakau dengan pemerintah Hindia
Belanda. Tak heran jika Istana Darul 
Aman Langkat juga dibangun pada masa ini.
Di dirikan hanya dalam 18 bulan dan menelan biaya 
200.000 ringgit,masjid ini memadukan corak arsitektur Tiongkok , Persia , Timur  Tengah , dan  tentu saja
Melayu sendiri.  Menara yang menjulang di halamannya serta ukiran pada pintu -  pintunya  bernuansa
arsitektur  Tiongkok . Bangunan  utamanya  bercorak Timur Tengah dan India dengan lebih dari sembilan 
kubah.Di dalamnya terdapat bangunan  segi  sembilan  dengan tiang  menjulang  ke  atas.Tempat khatib
berkhutbah berbentuk mihrab berundak yang cukup tinggi seperti pelaminan raja.



Usianya memang sudah cukup tua, 105 tahun sejak didirikan pada 12 Rabiul Awal 1320 H 
atau 13 Juni 1902. Ia adalah saksi bisu peristiwa demi peristiwa yang terjadi di Langkat dari 
masa silam hingga kini; masa dimana banyak orang hanya melihatnya  sebagai  monumen 
masa lalu yang nyaris terlupakan. Setiap tahunnya diadakan Festival Azizi di masjid ini. 
Kegiatannya beragam, mulai  dari  lomba barzanzi, azan,  marhaban,  dan  baca puisi.
Ini   untuk memperingati  tahun wafatnya Tuan  Guru  Besilam  Babussalam  Syeikh  Abdul
Wahab  Rokan, yang dikenal sebagai ulama penyebar Tariqat Naqsabandiah. Pengikutnya
 menyebar hingga ke Aceh, Sumut, Sumbar, Riau,Jambi, dan negara-negara Asia Tenggara.

                                                         

                            GEDUNG MABMI
Gedung Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI)Langkat, Dengan  Ornamen  Khas  Melayu,
Merupakan Salah satu Rumah Adat yang Ada Di Langkat.mengambarkan bahwa di daerah Kabupaten
Langkat mayoritas penduduknya adalah  suku melayu (maye-maye ). Suku  Melayu Langkat, berbicara
dalam bahasa Melayu Maya-maya ( maye-maye )dengan dialek "e" mirip dengan dialek  orang  melayu
Malaysia. Masyarakat S uku Melayu Langkat ini  hampir  seluruhnya memeluk Agama Islam,yang telah
berkembang di kalangan orang Melayu Langkat sejak beberapa abad  yang  lalu. Agama  Islam  begitu
kuat tumbuh  dalam  masyarakat  Melayu Langkat, terlihat  dari  segala  bentuk tradisi adat-istiadat dan
budaya suku Melayu Langkat banyak dipengaruhi unsur budaya Islam. 

Orang Melayu Langkat memiliki rumah tradisional dengan bentuk khas Melayu. di  bangun dengan bentuk
rumah panggung,biasanya dibuat dari bahan kayu hitam.Pintu  masuk  biasanya  berada di samping rumah, 
dengan sebuah tangga,tapi saat ini sudah ada yang menempatkan pintu masuk dan tangga di depan rumah.
Rumah Suku Melayu Langkat ini memiliki atap dengan daun nipah  yang banyak terdapat di   rawa- rawa 
daerah ini. Atap daun Nipah  ini  memberi kesejukan di  bawahnya  meskipun  cuaca  sedang sangat terik 
dan panas.

Mata pencarian Suku Melayu Langkat saat ini memiliki profesi
beragam, tetapi sebahagian besar hidup sebagai petani. Mereka
menanam berbagai jenis tanaman seperti padi, ubi, jagung, 
berbagai jenis sayuran dan buah - buahan. Di daerah pesisir
biasanya menjadi nelayan. di luar itu mereka memilih profesi
sebagai pedagang , nelayan, sektor pemerintahan dan sektor
swasta. di sisi lain beberapa dari mereka menjadi buruh diperkebunan dan lain - lain.





                    GEDUNG PTPN II Milik BELANDA 


Hampir  setiap  hari  bangunan  gedung  PTPN II 
dikunjungi para wisatawan.Baik wisatawan lokal/
domestik   maupun    asing.  Mereka  mengagumi
bangunan  kuno yang  masih  kokoh  dan  terawat
dengan  baik.  Pada  umummnya   kunjungan   itu 
diabadikan dalam kamera fotografi sebagai kenang
-kenangan. Tidak jarang anak - anak sekolah dari
mulai taman  kanak - kanak (TK)  hingga  pelajar 
dan  mahasiswa  melakukan  kunjungan  serupa. Guru  memperkenalkan  pada  murid -
muridnya betapa  hebatnya arsitektur  pada  jaman belanda s alah satunya terlihat pada
gambar  di  samping. Bangunan  kuno bergaya  arsitektur  Belanda  memiliki  ciri  khas 
tersendiri terhadap peninggalan peninggalan bersejarah pada masanya.



Bangunan  ini  dibangun  kurang  lebih  Tahun  1880 an

oleh   Belanda,  dewasa   ini   bangunan  tersebut  tidak  

digunakan   sebagai   tempat  tinggal   atau  pemukiman

warga   namun    hanya   dibiarkan  kosong  begitu  saja.  Sedikitnya  ada   puluhan  gedung

Belanda   yang   sudah    tidak   digunakan   lagi   di  Kabupaten  Langkat,  berupa  gedung

penyimpanan   barang   ataupun   kediaman   yang  selama   ini    ditempati   oleh   Belanda.

                          BANGUNAN BELANDA 



Bangunan  ini  di

dirikan sekitar tahun

1889' an  dahulunya

bangunan ini digunakan
sebagai tempat tinggal

belanda  yang   ada di

langkat.  sekarang   ini

bangunan  tersebut  di

tempati   oleh   asisten

manager   perusahaan

PTPN IX.



                           KAMPUNG BALI LANGKAT 

Salah satu aset pariwisata ang selama
ini   kurang   dikenal  luas  dikalangan
masyarakat     Kabupaten    Langkat,
Kabupaten    Langkat    anda   dapat
menikmati   kehidupan     masyarakat
Bali  dengan   segala  daya  tarik  dan 
keunikannya yang  tersendiri. Ada 
beberapa Pura  seperti  Purea  Alit  
Widhie Nata  dan Pura panitaan Agung
Jagat Widhi Nata yang sehari-harinya
digunakan untuk kegiatan keagamaan
Hindu Bali. Kampung Bali yang dihuni sekitar 60 KK ini hidup dalam tatanan adapt dan agama
yang begitu kental. Pada waktu-waktu tertentu, kta dapat menyaksikan kegiatan keagamaan
yang disebut Purnama  Tilem  dan  hararwati. Sebagai penganut Hindu yang taat, setiap tahun 
juga mereka melakukan upacara hari Raya Nyepi  dan peringatan Tahun Baru  Saka. Berada
di  Kampung  Bali membuat kita seakan-akan berada di Pulau Bali yang sebenarnya. Menuju 
lokasi ini, kita dapat menggunakan kendaraan roda dua dan  empat  melalui desa PayaTusam
Kecamatan Wampu dengan jarak sekitar 38 Km dari kota Stabat.


BANGUNAN KUNO ARSITEKTUR BELANDA 


Bangunan  ini   merupakan  bangunan

kuno peninggalan  belanda  yang saat

ini   juga   ditempati    oleh   manager

perkebunan  PTPN  bangunan  ini  di

dirikan tahun 1880 an oleh   kompeni

belanda pada masa  itu. Di  dalamnya  terdapat peninggalan 

belanda   berupa   kereta   belanda,  guci,  dan  lain - lain.




RUMAH ADAT KALIMANTAN di LANGKAT


Selain Suku melayu yang bermukim
di  Langkat   juga    terdapat   suku 
Kalimantan  hal    ini   di    buktikan
adannya bangunan adat Kalimantan
di  Kabupaten  Langkat. Umumnya
rumah  tradisional  Banjar dibangun 
dengan ber-anjung(ba-anjung) yaitu
sayap  bangunan   yang    menjorok 
dari samping kanan dan kiri bangunan
utama   karena  itu  disebut Rumah 
Baanjung. Anjung merupakan ciri khas rumah tradisional Banjar, walaupun ada pula 
beberapa tipe  Rumah Banjar yang tidak ber- anjung.  Tipe  rumah  yang  paling  bernilai
tinggi  adalah Rumah  Bubungan  Tinggi  yang biasanya dipakai untuk bangunan keraton.
Keagungan seorang penguasa pada masa  pemerintahan  kerajaan  diukur oleh kuantitas 
ukuran dan kualitas seni serta kemegahan bangunan-bangunan kerajaan khususnya istana 
raja (Rumah Bubungan Tinggi).